Senin, 21 Maret 2016

Tips Merawat Wajah dengan garam

Hai... Teman-teman blog tericintah, lama tidak aktif ya... Kali ini saya bakal kasih tau beberapa tips lagi nih,yang belum tau google+ku pasti bingung kok lagi padahal baru pertamakali ngepost tips diblog. Okey lupakan basa basi itu, kali ini saya bakal kasih tau tips-tips yang berhubungan dengan kecantikan yaitu perawatan wajah dengan bahan menggunakan garam, apa saja itu?

* Melembabkan bibir
  1. Siapkan garam dan minyak zaitun secukupnya
  2. Ambil kurang lebih 1sdt garam
  3. Campurkan dengan 1sdt minyak zaitun
  4. Oleskan pada bibir secara merata
  5. Tunggu hingga 5 menit, lalu basuh dengan air
* Menghilangkan komedo

  1. Ambil 1 sdt garam dan 1 sdt pasta gigi mint. Campurkan keduanya
  2. Lalu oleskan pada area sekitar hidung atau komedo secara merata 
  3. Tunggu hingga 5 menit atau cukup kering 
  4. Bilas dengan menggunankan air dan lap lembut 

 *catatan : hal ini jangan dilakukan oleh orang yang mempunyai kulit sensitif karena efek dari pengolesan pasta gigi dan garam sedikit panas seperti mint

* Mencegah timbulnya jerawat
  1. Ambil garam secukupnya atau kira-kira 1 sdt garam 
  2. Campurkan dengan air panas 
  3. Aduk hingga garam larut 
  4. Oleskan larutan garam tersebut menggunakan kapas ke wajah secara menyeluruh
  5. Tunggu hingga sedikit meresap atau kira-kira 5 menit  
  6. Basuh dengan menggunakan air biasa

Ya.. Itu beberapa tips dari saya, semoga bermanfaat :)
 Sumber : basabasiTtv

Jumat, 16 Oktober 2015

Macam-Macam Kalimat berdasar Intonasi dalam mengucap

Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah

Kalimat dibedakan atas tiga jenis berdasarkan intonasi yang digunakan
dalam mengucapkan kalimat. Jenis-jenis kalimat tersebut yaitu kalimat
berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.

1.Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengungkapkan peristiwa
atau kejadian. Anda dapat menggunakan intonasi untuk membedakan
kalimat berita dengan kalimat lain. Intonasi kalimat berita bersifat
netral. Isinya berupa pemberitahuan.
Contoh:
a.Andi gemar olahraga sepeda gunung.
b.Sita murid terpandai di kelasnya.

2.Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak
lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya. Ciri-ciri
kalimat tanya yaitu menggunakan intonasi naik, menggunakan kata
tanya, dapat menggunakan partikel tanya -kah. Fungsi partikel -kah
untuk memperhalus pertanyaan. Kata tanya yang biasa digunakan
dalam kalimat tanya adalah apa, siapa, mengapa, mana, bagaimana,
bilamana, kapan, dan berapa.
Contoh:
a.Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?
b.Apakah ayah jadi berangkat ke Surabaya pada hari ini?

3.Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang isinya menyuruh orang lain untuk
melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Ciri-ciri kalimat perintah yaitu
berisi perintah, menggunakan intonasi naik di akhir kalimat, dapat
mempergunakan partikel -lah.
Contoh:
a.Tolong matikan kran air itu!
b.Jangan membuat ribut, anak-anak!

Sumber: Sintaksis, Ramlan, 1997, Yogyakarta, Karyono

Senin, 12 Oktober 2015

Pokok-pokok Sambutan atau Khotbah

Pokok-Pokok Sambutan atau Khotbah

Sambutan merupakan salah satu jenis pidato yang dikemukakan pada
awal acara tertentu. Misalnya, perpisahan sekolah, lomba, atau kongres.
Sambutan disampaikan oleh seseorang yang memiliki jabatan atau
kedudukan tertentu. Sambutan dapat Anda dengarkan dalam acara yang
diselenggarakan oleh sekolah atau tempat tinggal Anda.
Khotbah merupakan salah satu jenis pidato yang menguraikan ajaran
agama. Khotbah bersifat keagamaan. Khotbah disampaikan oleh pemuka
agama. Oleh karena itu, khotbah dapat Anda dengarkan dalam acara
keagamaan.
Anda dapat memahami isi sambutan atau khotbah dengan melakukan
langkah-langkah berikut.
1.Mendengarkan isi sambutan atau khotbah dengan saksama.
2.Mencatat pokok isi sambutan atau khotbah.
a.Pembukaan meliputi:
1)ucapan puji syukur,
2)ucapan terima kasih, dan
3)tujuan.
b.Isi meliputi:
1)latar belakang materi atau permasalahan,
2)uraian materi pokok.
c.Penutup meliputi:
1)kesimpulan,
2)harapan-harapan,
3)permohonan maaf, dan
4)permohonan doa restu.

Minggu, 27 September 2015

Larangan mencela nabi Muhammad saw

Larangan Mencela Nabi Muhammad SawSaw

  Ibnu ‘Abbas RA berkata: “Ada seorang laki-laki buta
mempunyai seorang isteri yang suka mencela dan
menjelek-jelekkan Nabi Saw. Suatu saat, wanita itu kembali
mencela Nabi Saw. Laki-laki itu melarangnya, namun ia
tidak menggubrisnya. Bahkan, laki-laki itu juga berusaha
mencegahnya, namun ia tetap melakukannya.
Pada suatu malam, wanita itu kembali menghujat dan
mencela Nabi Saw. Laki-laki itu pun mengambil sebuah
kapak dan dihujamkan ke perut isterinya hingga mati.
Pagi harinya, peristiwa itu dikabarkan Allah Swt
kepada Rasulullah Saw, dan beliau Saw segera mengum-
pulkan kaum Muslim seraya berkata:
“Dengan menyebut Asma Allah, aku berharap orang
yang melakukannya –yang tindakannya itu benar--, berdiri.”
Kemudian, aku melihat seorang laki-laki buta itu berdiri
dan berjalan meraba-raba hingga tiba di hadapan
Rasulullah Saw.. Ia duduk dan berkata, “Wahai Rasulullah,
aku adalah suami yang melakukan perbuatan itu. Semua ini
aku lakukan karena ia suka mencela dan menjelek-jelekkan
dirimu. Aku telah berusaha melarangnya dan selalu
mengingatkannya, namun ia tetap melakukannya. Dari
wanita itu aku mendapatkan dua orang anak yang cantik
bagaikan mutiara. Isteriku amat sayang kepadaku. Akan
tetapi, kemarin kembali mencela dan menjelek-jelekkan
dirimu. Karena itu aku pun mengambil kapak; menebas dan
menghujamkannya ke perut isteriku hingga mati.”
Mendengar itu, Nabi Saw bersabda, “Saksikanlah,
bahwa darah wanita itu halal.” [HR Abu Dawud dan An-Nasa’i]

Perbedaan vokal dan konsonan

Perbedaan Vokal dan Konsonan

  Secara umum bunyi bahasa dibedakan atas vokal, konsonan, dan semi-
vokal. Perbedaan antara vokal dan konsonan didasarkan pada ada atau
tidaknya hambatan (proses artikulasi) pada alat bicara. Agar lebih jelas,
Anda dapat melihat tabel berikut.

Vokal
–Bunyi yang tidak disertai
hambatan
pada alat bicara.
Hambatan hanya terdapat
pada pita suara.
–Tidak terdapat artikulasi.
–Semua vokal dihasilkan
dengan bergetarnya pita
suara. Dengan demikian,
semua vokal adalah bunyi
suara.

Konsonan
–Bunyi yang dibentuk dengan
menghambat arus udara pada
sebagian alat bicara.
–Terdapat artikulasi.
–Konsonan bersuara adalah
konsonan yang dihasilkan
dengan bergetarnya pita
suara. Konsonan tidak ber-
suara adalah konsonan yang
dihasilkan tanpa bergetarnya
pita suara.
Sumber : buku bse Bahasa Indonesia

Kamis, 24 September 2015

Perintah Takut Kepada Allah SWT

Perintah Takut Kepada Allah SWT.

1. Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. (HR. Al-Baihaqi) 

2. Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari) 

3. Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain, dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. (HR. Al-Baihaqi)

 Jadi apalagi yang kita pertimbangkan, kita sudah diperintah takut kepada Allah swt. Maka takutlah kita hanya kepada Allah swt. Karena Dialah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Sebagai orang yang beriman kita tidak boleh takut kepada makhluk ciptaan Allah swt. karena rasa takut kepada makhluk l
ainlah yang membuat kita kadang lupa akan kuasa-Nya. Tetaplah kita menyebut nama-Nya dimanapun kita berada, karena Allah pasti akan terus melindungi langkah kita dimanapun kita berada.Semoga kita menjadi makhluk yang senantiasa selalu bertaqwa kepada Allah swt dan diberi perlindungan oleh-Nya. Amin.

Jumat, 11 September 2015

Fikih

Perundangan Islam atau Fikih

  Perundangan Islam merupakan salah satu dari segi terpenting yang dikandung oleh risalat islam dan mewakili bidang praktis dari risalat ini. Adapun perundangan yang menyangkut urusan-urusan keduniaan, baik berupa pengadilan, politik dan peperangan, maka Rasul disuruh untuk merundingkannya. Kadang-kadang ia mempunyai suatu pendapat, tapi menariknya kembali dan menerima pendapat para sahabat, sebagaimana terjadi di waktu perang Badar dan Uhud. Demikian pula para sahabat itu, mereka mendatangi Nabi saw. menanyakan padanya hal-hal yang tidak mereka ketahui, dan meminta penjelasan mengenai makna kata-kata yang tidak jelas, sambil mengemukakan pengertiannya menurut faham mereka sendiri. Maka kadang-kadang Nabi menyetujui pengertian itu, dan kadang-kadang ditunjukkannya letak kesalahan pendapat itu.
Dan patokan-patokan umum yang telah diletakkan Islam guna menjadi pedoman bagi kaum Muslimin ialah :

  1. Melarang Membahas Peristiwa yang Belum Terjadi Sampai Ia Terjadi
  2. Menjauhi Banyak Tanya dan Masalah Pelik
  3. Menghindarkan Pertikaian dan Perpecahan di Dalam Agama
  4. Mengembalikan masalah-masalah yang dipertikaikan itu kepada kitab dan sunnah